220617 "Orang-orang yang Bangkrut di Hari Kiamat" - Materi Khutbah Jumat 17 Juni 2022 Bahasa Indonesia

Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah,

Adalah sebuah keniscayaan bagi kita sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sudah dianugerahi nikmat begitu luar biasa yang tak terhitung jumlahnya, agar senantiasa memanjatkan rasa syukur, yang kita ungkapkan juga sebagai harapan untuk menjadi pemicu ditambahnya nikmat-nikmat Allah berikutnya.

Shalawat dan salam senantiasa kita limpahkan kepada sang kekasih Allah, baginda Rasulullahi Shollallahu ‘Alaihi Wassallam, panutan dan penuntun kepada akhlak yang mulia, pribadinya menjadi teladan bagi kita semua, umat-umatnya. 


"Orang-orang yang Bangkrut di Hari Kiamat"

220617 "Orang-orang yang Bangkrut di Hari Kiamat" - Materi Khutbah Jumat 17 Juni 2022 Bahasa Indonesia





Mengawali khutbah Jumat ini, saya mengingatkan diri pribadi dan mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, mempertajam kesadaran Ilahiyah, mempertebal siakp berserah diri dengan selalu menambah ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

 

Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah,

Amal adalah bekal terbaik bagi kita untuk bisa menghadap Allah Subhanahu Wata’ala, dunia ini adalah tempat untuk mengumpulkan bekal, bekal berupa amal sholeh sebanyak-banyaknya. Tidak ada yang lebih baik daripada perbekalan berupa amal sholeh dalam ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Bahkan di dalam ayat suci Al Qur’an disebutkan bahwasanya seseorang bisa masuk ke dalam surge bukan karena banyaknya harta, tingginya jabatan dan kekuasan, atau luasnya ilmu pengetahuan yang dimiliki, melainkan dari amalan-amalan sholeh. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wata’ala : 

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

 Allażīna tatawaffāhumul-malā`ikatu ṭayyibīna yaqụlụna salāmun 'alaikumudkhulul-jannata bimā kuntum ta'malụn

 

Artinya: (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS. An-Nahl[16]: 32)

 

Ayat tersebut sangat tegas menjelaskan bahwa Allah Subhanahu Wa’tala akan menyambut hamba-hambaNya ke dalam surga, hamba-hamba yang telah memiliki bekal yaitu bekal amal sholeh. berupa keimanan dan ketaqwaannya, berupa amalan anggota badannya, ataupun lisannya, dan yang terpenting adalah hatinya.

 

Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah,

Selain menyiapkan bekal, ada sesuatu yang jauh lebih besar untuk diperhatikan setelah kita beramal, setelah kita diberikan kemampuan dan kekuatan untuk melakukan beramal shalih, ternyata masih ada tugas lain yang lebih berat darinya, yaitu menjaga amal agar tidak dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Berapa banyak orang-orang yang telah mengumpulkan bekal akan tetapi ia tidak berusaha menjaga amalnya, akibatnya Allah batalkan amalan-amalannya. Maka saudara-saudaraku sekalian, sebagai seorang mukmin maka sepantasnya untuk selalu merasa khawatir jika amalnya dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang yang beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat, maka dia akan merasa khawatir jika ternyata amal shalihnya di hari kiamat tidak mampu menyelamatkan dirinya dan tidak cukup menjadi bekal memasukkan ia ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

 

Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ada beberapa perkara yang merusak dan menjadi penyebab dibatalkannya amal seseorang, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tiga perkara yang bisa membinasakan, diantaranya adalah merasa ujub, merasa sombong, merasa bangga diri dengan banyaknya amal yang telah diperbuat. 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata: “Ujub itu bisa membatalkan amal seorang hamba.” 


Materi Khutbah Jumat 17 Juni 2022 Bahasa Indonesia



ATAU BACA ARTIKEL SERUPA LAINNYA :


    Ketika seorang hamba menghabiskan sepertiga malamnya lalu merasa bangga dengan shalat tahajudnya. Ketika seseorang telah berhasil menghafalkan Al-Qur’an, lalu ia bangga dengan sebutan al hafidz dan pujian manusia. Ketika seseorang telah melakukan berbagai macam amalan shalih tetapi kemudian amalan shalih itu malah menimbulkan kesombongan dan kebanggaan pada dirinya, maka ujub itu adalah termasuk ke dalam syirik kecil. Naudzubillahi Min Dzalik.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan … 

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama

Header