220610 "Al Furqan, Anugerah Bagi Orang Bertakwa" | Materi Khutbah Jum'at 10 Juni 2022

SantriOne.comMateri Khutbah Jum'at 10 Juni 2022 kali ini akan mengangkat tema Takwa, dengan judul Anugerah Bagi Orang Bertakwa | Materi Khutbah Jum'at 10 Juni 2022, Silahkan disimak, jangan lupa klik SHARE untuk dibagikan kepada saudara-saudara kita yang lain. Semoga Allah meridhai niat baik kita semua, Amiin.

    Baca Juga :


    Al Furqan, Anugerah Bagi Orang Bertakwa

    220610 Al Furqan, Anugerah Bagi Orang Bertakwa | Materi Khutbah Jum'at 10 Juni 2022


    Materi Khutbah Jum'at 10 Juni 2022 Berikut ini adalah materi Khutbah Al Furqan, Anugerah Bagi Orang Bertakwa, Semoga bermanfaat.

    Khutbah I

     

    الحَمْدُ للهِ, الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ المُؤْمِنِيْنَ، وَجَعَلَ الضِّياَقَ عَلَى قُلُوْبِ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ اْلحَقُّ اْلمُبِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْنِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلمِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ أَيُّهاَ اْلحَاضِرُوْنَ اْلمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

     

    Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah,

    Adalah sebuah keniscayaan bagi kita sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sudah dianugerahi nikmat begitu luar biasa yang tak terhitung jumlahnya, agar senantiasa memanjatkan rasa syukur, yang kita ungkapkan juga sebagai harapan untuk menjadi pemicu ditambahnya nikmat-nikmat Allah berikutnya.

    Shalawat dan salam senantiasa berlimpah kepada sang kekasih Allah, baginda Rasulullahi Shollallahu ‘Alaihi Wassallam, panutan dan penuntun kepada akhlak yang mulia, pribadinya menjadi teladan bagi kita semua, umat-umatnya. 

    Mengawali khutbah Jumat ini, saya mengingatkan diri pribadi dan mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, mempertajam kesadaran Ilahiyah, mempertebal siakp berserah diri dengan selalu menambah ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. 

    Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah,

    Sebagai agama paripurna, Islam mengajarkan semua pemeluknya untuk selalu tunduk pada setiap perintah Allah, seperti shalat lima waktu, zakat, puasa, dan haji bagi yang sudah memenuhi syarat dan ketentuannya, serta menjauhi segala larangan-Nya, yang merupakan definisi dari kata lain yang merujuk kepada istilah derajat takwa, menjadi satu pokok dalam ajaran Islam yang harus tertanam dalam jiwa setiap umat Islam, karena dengan berbekal ketakwaan, maka seorang hamba Allah akan benar-benar yakin dengan imannya dan percaya atas semua ketentuan dan ketetapan Allah Subhanahu Wata’ala.  Di dalam Al-Qur’an kata taqwa diulang (تقوى) sebanyak 15 kali, menjadi sebuah bukti bahwa takwa mendapatkan perhatian penuh di dalam ayat suci sebagai ajaran pokok dalam Islam.

     

    Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah,

    Selain melakukan semua perintah dan menjauhi segala larangan, seorang hamba yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala akan menjadi pribadi yang bijaksana. Hal ini sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah dalam Al-Qur’an: 

     

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

     

    Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar” (QS Al-Anfal [8]: 29). 

     

    Pada ayat tersebut, ada salah satu kalimat pokok, yaitu perihal pemberian Allah kepada orang-orang beriman berupa “Al Furqan”. Para ulama dan ahli tafsir banyak mengartikan dan menjelaskan maknanya, Imam Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir ad-Dimisyqi, atau yang lebih masyhur dengan sebutan Imam Ibnu Katsir, beliau mengutip beragam pendapat ulama. Yang pertama menurut Ibnu Abbas, ‘Iqrimah, Qatadah, dan Muqatil bin Hayyan, kata furqan memiliki makna jalan keluar. Dengan kata lain, orang-orang yang bertakwa akan selalu diberi jalan keluar oleh Allah dari setiap masalah dan urusannya. 

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama

Header