Ad Code 1

Contoh Makalah Aplikasi Integral Tentang Surplus Konsumen dan Surplus Produsen

KATA PENGANTAR

 

Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala yang atas Kasih dan SayangNya telah menganugerahkan kepada kita semua berbagai macam nikmat, juga banyaknya kemudahan-kemudahan untuk menjalankan tugas dan kewajiban kita sehari-hari, termasuk juga dalam kesempatan ini telah diberikan kemudahan untuk dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Ucapan terima kasih tidak lupa kami haturkan kepada dosen dan teman-teman yang banyak membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari di dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, baik dari segi tata bahasa maupun atau segi lainnya. Oleh karena itu kami meminta maaf atas ketidaksempurnaanya dan juga memohon kritik dan saran untuk kami agar bisa lebih baik lagi dalam membuat makalah berikutnya.

Harapan kami mudah-mudahan apa yang kami susun ini bisa memberikan manfaat untuk diri kami sendiri,teman-teman, serta orang lain.

 

Tulang Bawang, 13 Januari 2021

Penyusun

 

Contoh Makalah Aplikasi Integral 

Tentang Surplus Konsumen dan Surplus Produsen 

 
Contoh Makalah Aplikasi Integral Tentang Surplus Konsumen dan Surplus Produsen


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR     …………………………………………………………………….        1

DAFTAR ISI      ……………………………………………………………………….……..       2

BAB I      PENDAHULUAN ……………………………………………………………….        3

1.1 Latar Belakang       …………………………………………………………….        3

1.2 Rumusan Masalah       …………………………………………………………        3

1.3 Tujuan Penulisan       …………………………………………………………..        3

BAB II    PEMBAHASAN      ………………………………………………………………        4

2.1 Surplus Konsumen         ……………………………………………………….        4

2.2 Surplus Produsen    ……………………………………………………………        4

BAB III   ANALISA DATA      ………………………..……………………………………        5

3.1 Contoh soal perhitungan surplus konsumen       ………………………………        5

3.2 .Contoh soal perhitungan surplus produsen       ……………………………….        5

PENUTUP          ……………………………………………………………..………………        7

4.1 Kesimpulan    ………………………………………………………………….        7

4.2 Saran      ……………………………………………………………………….        7

DAFTAR PUSTAKA           …………………………………………………………………        8


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.      Latar Belakang

Ilmu ekonomi kesejahteraan mempelajari bagaimana pengalokasian sumber-sumber daya memengaruhi kesejahteraan penjual dan pembeli secara keseluruhan. Kesejahteraan penjual dan pembeli dalam suatu pasar dapat dipelajari dengan metode-metode dasar surplus konsumen dan surplus produsen. Kesejahteraan ekonomi para pelaku pasar juga dipengaruhi oleh pajak. Hal tersebut dapat dipahami dengan membandingkan besar pengurangan kesejahteraan pembeli dan penjual dengan kenaikan jumlah pendapatan pemerintah, dengan menggunakan perangkat surplus konsumen dan surplus produsen. Selain surplus konsumen dan surplus produsen terdapat perangkat-perangkat lain yang dapat digunakan untuk menganalisis cara kerja pasar, diantaranya : penawaran, permintaan, keseimbangan dan sebagainya.

 

1.2.      Rumusan Masalah

1.      Bagaimana surplus konsumen dan produsen bisa tercapai

2.      Bagaimana perhitungan di dalam surplus konsumen dan perhitungan

 

1.3.      Tujuan Penulisan

1.      Untuk manambah ilmu pengetahuan dan pemahaman lebih bagi para pembaca dan pengkaji makalah ini tentang surplus Konsumen dan Surplus Produsen

2.      Untuk menambah pemahaman tentang bagaimana proses perhitungan dan terbetuknya surplus produsen dan surplus konsumen.


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1.      Surplus Konsumen

Surplus konsumen adalah perbedaan antara jumlah maksimum yang bersedia dibayar konsumen untuk suatu produk dan harga pasarnya. Jika konsumen akan bersedia membayar lebih dari harga minta saat ini, maka mereka mendapatkan manfaat lebih dari produk yang dibeli dari mereka habiskan untuk membelinya. Misalnya saya bersedia membayar sebesar Rp 20.000 untuk satu porsi bakso, namun ternyata harga bakso yang saya inginkan adalah Rp 18.000/porsi, maka saya sebagai konsumen mendapat surplus Rp 2.000.

 

2.2.      Surplus Produsen

Surplus produsen adalah selisih antara harga terendah di mana produsen siap untuk menjual barang dan jumlah sebenarnya untuk menjual barang tersebut. Atau harga jual yang diterima produsen lebih besar daripada harga yang mereka bersedia untuk menerimanya.

Contohnya: perusahaan A bersedia menjual sebuah kendaraan keluaran terbarunya seharga Rp 16.000.000, ternyata laku terjual dengan harga Rp 18.000.000, maka perusahaan A sebagai produsen mendapat surplus produsen sebesar Rp 2.000.000.


 

BAB III

ANALISA DATA

 

Dalam dunia keuangan, surplus memiliki arti yang sedikit berbeda. Surplus finansial biasanya mengacu pada anggaran yang memprediksi Anda akan memiliki lebih banyak pendapatan daripada pengeluaran. Perusahaan, pemerintah, atau individu dapat mengalami surplus anggaran, hal ini menunjukkan bahwa mereka akan membelanjakan lebih sedikit uang daripada yang mereka hasilkan selama periode tertentu.

3.1.      Contoh Soal Perhitungan Surplus Konsumen

Diketahui fungsi permintaan suatu pasar akan barang X yaitu Q = 40 – 2P. Apabila harganya Rp 10,00. Berapa surplus konsumen?

Jawab :

Q = 40 – 2P 2P = 40 – Q f(Q)

=> P = 20 – 0,5Q → karena P = 10 maka Q = 20

Dengan demikian :

SK = batas 0 → 20 dari (20Q - 0,25Q²) – 200

SK = 20(20) – 0,25(20)² - 20(0) + 0,25(0)² - 200

SK = 400 – 100 – 0 + 0 – 200

SK = 100.

Jadi surplus konsumen yang diterima sebesar Rp 100,00.

 

3.2.      Contoh Soal Perhitungan Surplus Produsen

Diketahui fungsi penawaran yang dimiliki oleh produsen adalah Qs = -12 + 4P.

Sedangkan harga keseimbangan di pasar adalah 20.

Pertanyaan : Hitunglah berapa besar, surplus yang diperoleh produsen tersebut?

Jawab:

Qs = -12 + 4P → f (Qs)

P = 0,25Q + 3 Q = -12 + 4 (20) = 68

→ P = 0 → Q = -12, Q = 0 →

P = 3

Dengan demikian, batas atas dari fungsi integral tersebut adalah 68.

Maka surplus produsennya :

SP = QxPx – Qx∫0 f(Q) dQ

SP = 68 . 20 – 68∫0 (0,25Q + 3) dQ

SP = 1360 – 68∫0 (0,125 Q² + 3Q)

SP = 1360 – [0,125 (68)² + 3 (68) – 0]

SP = 1360 – [0,125 . 4624 + 204] SP = 1360 – [578 + 204]

SP = 1360 – 782

SP = 578

Dengan demikian surplus yang diterima oleh produsen adalah sebesar Rp 578


 

BAB IV

PENUTUP

 

2.1        Kesimpulan

Metode-metode dasar yang digunakan para ekonom untuk mempelajari kesejahteraan pembeli dan penjual dalam suatu pasar adalah surplus produsen dan surplus konsumen. Salah satu caranya adalah dengan meengukur jumlah surplus produsen dan surplus konsumen, yang kita sebut dengan surplus total. Jika suatu alokasi sumber-sumber daya memaksimalkan surplus total dapat dikatakan bahwa alokasi tersebut memiliki efisiensi.

 

2.2        Saran

Memahami tentang teori surplus produsen dan surplus konsumen adalah penting bagi siapa pun yang terlibat dalam aktivitas operasi pasar. Namun, dalam pemahaman teori ini dibutuhkan juga pemahaman-pemahaman teori-teori lain yang secara langsung berhubungan, misalnya: teori permintaan, teroi penawaran, teori biaya dan produksi, dan lain sebagainya.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Putong, Iskandar. 2005. Teori Ekonomi Mikro. Jakarta:Mitra Media Wacana

Sukirno, Sadono. 2012. Teori Pengantar Ekonomi Mikro. Jakarta : Raja Grafindo Persada

http://id.wikipedia.org/wiki/surpluskonsumen

Jasa Desain Bayar Seikhlasnya

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code