Ad Code 1

#NaraSantri : Pengetahuan Membuat Muridmu Terpelajar, Tapi Kesabaran Membuat Muridmu Menjadi Orang Baik

iyess.. ketemu lagi kali ini kita akan membahas sebuah kisah tentang seorang Alim, seorang ulama yang membuka sebuah pondok pesantren baru di sebuah kampung, yang tentunya mudah bagi beliau untuk mendapatkan santri-santri baru, diceritakan dalam waktu yang singkat beliau mendapatkan 10 orang santri yang didatangkan dari beberapa tempat yang berbeda dan berkumpullah mereka di dalam pesantren baru tersebut.

Pengetahuan Membuat Muridmu Terpelajar,

Tapi Kesabaran Membuat Muridmu Menjadi Orang Baik

 

www.santriOne.com

Seiring waktu berjalan beberapa bulan ada kejadian yang tidak mengenakkan, yaitu kejadian pencurian yang ternyata setelah diselidiki salah satu santri yang mengambilnya.

Lihat Videonya DISINI

 


Sebagai pelaku pencurian tentunya santri tersebut kemudian disidang oleh teman-teman dan kyainya, namun ternyata keputusan sang kyai pada pertemuan itu adalah memaafkan santri pelaku pencurian tersebut.

Waktupun berjalan, bulan kemudian terjadi kasus yang sama, pencurian lagi dan ternyata pelakunya masih sama santri yang waktu itu mencuri… dan apa yang terjadi ternyata Sang Kyai masih tetap memaafkan santri pencuri tersebut.

Beberapa bulan kemudian setelah beberapa lama terulang lagi, dan ini adalah yang ketiga kalinya terjadi peristiwa pencurian di pondok pesantren dan lagi pelakunya masih sama, para santri lainnya sudah hilang kesabarannya kali ini, sambil marah dan emosi merekapun kembali melaporkan kepada Sang Kyai dengan harapan sang Kyai akan bersikap tegas kali ini.

Perasaan kecewa dan marah mereka ungkapkan saat sidang berlangsung, satu persatu teman santri menyampaikan pendapatnya kepada sang Kyai, mereka meminta kepada Kyai untuk mengeluarkan santri tersebut, atau kalau tidak mereka yang keluar dari Pondok Pesantren itu.  

Jawab sang Kyai sangat menarik, “Aku yakin kalian semua santri-santriku yang Jujur aku akan membiarkan jika kalian keluar dari Pondok Pesantren ini karena aku yakin kalian santri-santri ku yang sholeh sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk” seketika itu 10 pasang mata mulai berkaca-kaca, sambil terus khusyu mendengar petuah sang Kyai.

Sang Kyai melanjutkan, “Namun untuk santriku yang satu ini aku belum bisa membiarkannya keluar dari Pondok Pesantren ini, karena jika dia keluar nanti aku tidak tahu siapa yang akan mengajarkan dia mana yang baik dan mana yang buruk”, seketika suasana hening semua menangis tersedu, termasuk santri yang menjadi pelaku pencurian itu langsung menangis sejadi-jadinya, kemudian iapun mencium tangan sanga Kyai, meminta maaf kepadanya kemudian mohon maaf juga kepada teman-temannya, satu-persatu teman-teman santri memeluknya dalam haru dihiasi air mata yang terbendung lagi. Hari itu menjadi hari yang penuh pelajaran bagi santri itu, dia pun berjanji tidak akan mengulangi lagi, selanjutnya beberapa tahun pun berlalu, santri itu tekun dan semakin rajin belajar menimba ilmu dari sang Kyai, iapun kemudian meminta ijn untuk melanjutkan di pondok pesantren lainnya atas rekomendasi dari sang Kyai. Saat ini santri tersebut telah menjadi seorang ulama besar dan terkenal, dan kisah ini selalu menjadi bahan cerita baik di ceramah-ceramahnya maupun saat mengajar santri-santrinya, juga sebagai pengingat dirinya akan tulusnya sang Kyai yang menjadi guru pertamanya.

Demikianlah kisah ini diceritakan dari mulut kemulut sejak waktu yang sudah lama dan menjadi pelajaran kita pada hari ini, bahwa bukanlah seorang guru yang berhasil mengajarkan kebaikan kepada orang-orang yang sudah baik tetapi lulus sejati adalah guru yang memiliki tujuan Luhur untuk memperbaiki orang-orang yang belum baik.  

Yang perlu bagi diingat bahwa menjadi seorang pendidik tidak cukup dengan berbekal pengetahuan tetapi juga penuh dengan kesabaran dan ketulusan

Memang ilmu pengetahuan bisa mengubah seseorang menjadi terpelajar

tetapi kesabaran bisa membuat seseorang menjadi orang baik

 

Iyess… jadi kunci dari segala sesuatu adalah kesabaran, bukankah kita mendapatkan seekor ayam adalah dengan cara mengeramkan telurnya bukan dengan cara memecahkannya

Iyess kepada kita semua para pendidik jadikanlah sabar ketulusan sebagai senjata utama dalam mengajar, semoga para guru, ustad, dan pendidik semua dimudahkan oleh Allah senantiasa diberikan kekuatan untuk selalu Istiqomah.  JANGAN LUPA SABAR semoga Allah meridhoi.

 

Ya Allah, hamba telah saksikan

Maka saksikanlah, AMIIN

Jasa Desain Bayar Seikhlasnya

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code